INSTRUMENT WIRING
Created by Cak Unggul
Ramadhan 20 May 2018
Signal Wiring dan Control Wiring,
Kabel yang digunakan adalah multi-conductor dengan color-code dengan ukuran 18-AWG akan digunakan sebagai wiring untuk signal dan control.
Thermocouple Wiring
Sambungan tunggal ke thermocouple adalah kabel dengan ukuran 16 AWG biasanya yang compatible dengan thermocouple. Kabel thermoucouple (lead) harus kontinyu dari instrument ke sensor thermocouple tanpa menggunakan terminal , tanpa ada splice. Junction boxnya harus suitable enclosed block.
Catatan:
Setiap juction box dapat bertindak sebagai thermocouple terminal dari thermocouple yang lain. Kabel hermocouple (lead) tidak boleh di install pada conduit yang sama dengan signal lead yang lain apakah AC atau DC. Koneksi antara kabel thermocouple dan rigid conduit harus berupa bentuk flexible conduit berupa "drop loop" untuk mencegah uap air masuk kedalam conduit. Kabel fitting harus di pasang untuk mencegah fluida proses masuk kedalam conduit yang berasal dari thrmowell yang patah.
Communication-System Wiring
Telephone communication system akan dipasang oleh perusahaan Tekom dimana wiring didalam plant harus ditempatkan pada 1-inch rigid conduit.
Grounding System Wiring.
Grounding system untuk instrument harus dipisah dari electrical grouunding system. Grounding system akan berberfungsi untuk melimdungi personnel, equipment dan jaringan listrik yang diakibatkan oleh akumulasi muatan listrik statis pada equipment atau structure.
Instrument grounding sistem akan dibuat dari MAIN GROUNDING ROD yang dipasang dibawah tanah dalam bentuk meja yang menyentuh air tanah (water table). Branch tap dari main grounding rod ditempelkan pada equpment atau structure. Grounding rod harus diberi mechanical protection bilamana ditempatkan pada concrete floor atau paving.
Grounding Connection.
Pemasangan grounding connection dipasang dengan kondisi sebagai berikut:
1. Pada semua enclosure peralatan listrik yang mempunyai tegangan diatas 300V
2. Pada semua conduit logam dengan circuit diatas 6009V
3. Pagar besi yang membatasi peralatan listrik
4. Pada semua vessel yang diisi liquid flameable dan structure support.
Catatan;
1, Pada connection harus disediakan "grounding bus" paling sedikit dua path yang dihubungkan ke ground.
2, Masing-masing grounding point hanya diijinkan mempunyai tahan 5-ohm ke ground.
Wiring Connection
Spesifikasi wiring untuk grounding system adalah stranded, bare copper, size 2 AWG. Pada bagian bawah (below –grade), ground-wire connection harus "caldwell" atau thermowell process. Sambungan ke ground rod harus bentuk "solderless" terutama "manufactured grounding connector".
Bilamana diperlukan cathodic protection maka wiring harus dibeti isolasi. "Insulation grounding" diberi warna hijau,
Grounding connection "underground" harus diberi pelapis SCOTCHFILL PUTTY dan di WRAP dengan SCOTCH-33 TAPE dengan ketebalan 1-1/2 kali insulationnya. Connection kemudian harus di SEAL dengan SCOTCHKOTE electrical coating.
Wiring Methods
Secara umum wiring untuk instrument connection harus ditempatkan didalam conduit. Bilamana diijinkan oleh NEC Article 318 boleh digunakan cable tray dan kabel multicunductor.
Fitting dan Box
Conduit fitting dan box digunakan untuk menarik kabel kemudian di SPLICING dan dihubungkan ke equipment dan peralatan instrument. Untuk area non hazardous (Class I, Group D, Division 2) conduit harus berupa threaded "cast type" dengan cover yang diberi gasket. Untuk daerah Hazardous (Class I, Group D, Division 1) harus digunakan Fitting dan Box explosion-proof. Box yang ditempatkan di indoor dan non-hazardous digunakan NEMA 4
Sealing
NEC menentukan Seal Fitting harus digunakan pada area yang mempunyai klasifikasi Class I, Group D, Division 1 dan 2
Draining
Harus ditetapkan bahwa semu conduit harus diberi drainage
Conductor Indentification
Indentification tape permanen yang menunjukkan terminal atau wire number harus ditempatkan pada setiap konduktor pada setiap tap dan termination.
Conduit
Untuk penempatan OUTDOOR semua conduit haru di GALVANIZED, terbuat dari RIGID STEEL dengan diameter minimum ¾-inch Untuk short run ke enclosure ukuran conduit bisa ½-inch. Untuk instalasi underground bisa diambil 1-inch. Non metallic conduit tidak dapat di gunakan pada kondisi hazardous.
Overhead Conduit Run
Conduit run terbuka dapat dapat ditemui terpasang secara horizontal atau vertikal,pada dinding, ceiling atau structure. Conduit-conduit ini harus dipasang rapi berurutan dan dan diberisuppor fix setiap 10-ft. Smua support pada conduit harus di galvanized.
Jumat, 25 Mei 2018
ANALYSER
ANALYSER
Created by Cak Unggul
On Ramadhan 2018
APPLIKASI.
Analyser biasanya diperlukan untuk mengetahui kualitas suatu produk atau untuk meng-optimalisasi-kan proses. Analyser juga diperuntukkan bagi evaluasi suatu plant
SPESIFIKASI
Perangkat analyser industri harus disesuaikan dengan electrical area classification Class I, Group D, Division 2 sesuai ISA RP 12.1 “Electrical Instrument in Hazardous Atmosphere”.
Semua perangkat analytical harus mempunyai kemampuan untuk LOCAL READ OUT (dibaca ditempat dimans peralatan berada). Analyser harus bisa mengirim signal electric 4-20mA DC dan dilengkapi dengan kontak alarm. Bilamana memungkinkan harus dilengkapi juga dengan prefabricated sample system.
KALIBRASI
Analyser manufacturer harus meyediakan semua KIT yang akan digunakan seperti: GAS, CARD atau item lain yang diperlukan untuk mengkalibrasi analyser.
PEMASANGAN
Perpipaan sample harus dibuat sependek mungkn, bila perpipaan sample cukup panjang harus diberi pemanasan atau insolasi untuk menjadkan samplle terpelihara kondisi prosesnya. Pada tempat yang terik ada sampling line yang didinginkan untuk menghindari penguapan. Pemasangan analyser harus mengikuti regulasi API 550 atau standard lain yang berlaku setempar. Pada umumnya analyser memerlukan “field start up service” dari analyser manufacturer,
Created by Cak Unggul
On Ramadhan 2018
APPLIKASI.
Analyser biasanya diperlukan untuk mengetahui kualitas suatu produk atau untuk meng-optimalisasi-kan proses. Analyser juga diperuntukkan bagi evaluasi suatu plant
SPESIFIKASI
Perangkat analyser industri harus disesuaikan dengan electrical area classification Class I, Group D, Division 2 sesuai ISA RP 12.1 “Electrical Instrument in Hazardous Atmosphere”.
Semua perangkat analytical harus mempunyai kemampuan untuk LOCAL READ OUT (dibaca ditempat dimans peralatan berada). Analyser harus bisa mengirim signal electric 4-20mA DC dan dilengkapi dengan kontak alarm. Bilamana memungkinkan harus dilengkapi juga dengan prefabricated sample system.
KALIBRASI
Analyser manufacturer harus meyediakan semua KIT yang akan digunakan seperti: GAS, CARD atau item lain yang diperlukan untuk mengkalibrasi analyser.
PEMASANGAN
Perpipaan sample harus dibuat sependek mungkn, bila perpipaan sample cukup panjang harus diberi pemanasan atau insolasi untuk menjadkan samplle terpelihara kondisi prosesnya. Pada tempat yang terik ada sampling line yang didinginkan untuk menghindari penguapan. Pemasangan analyser harus mengikuti regulasi API 550 atau standard lain yang berlaku setempar. Pada umumnya analyser memerlukan “field start up service” dari analyser manufacturer,
ALARM & SHUTDOWN SYSTEM
ALARM DAN SISTEM SHUTDOWN
ALARM SYSTEM
Alarm annunciator system akan memproduksi signal visual dan audible yang merupakan ALERT bagi operator sebagai info adanya kondisi abnormal. Kondisi abnormal ini boleh jadi critical terhadap proces dan potensi bahaya terhadap personal atau equipment. signal alarm tersebut bisa berasal dari:
Trouble Contact
Contact closure merupakan input ke alarm system bisa di kirim dari field atau dari panel instrument. Minimum requirement dari SWITCH kontak adalh single pole, double throw (SPDT)
Field Instrument
Field instrument switch yang digunakan untuk meng-actuate sistem alarm harus memenuhi persyaratan field mounted instrument. Field mounted switch harus memenuhi syarat area classification electrical.
ANNUNCIATOR SEQUENCE
Standard sequence untuk alarm system diperlihatkan seperti berikut:
▪Normal (visual OFF) (audible SILENT)
▪Up set (visual FLASHING) (audible ON)
▪Acknowledge (visual ON) (audible SILENT)
▪Return to normal (visual OFF) (audible SILENT)
Alarm system sebagai bagian dari interlock system kadang-kadang dinyatakan dalam FIRST-OUT sequence. Ini akan memberi catatan pada operator komponen mana yang yang mnyebabkan terjadinya interlock.
Sequence untuk first ou process dinyatakan sebagai berikut
▪Normal (visual OFF) (audible SILENT)
▪Up set first out (visual FLASHING) (audible ON)
▪Upset subsequent coponent (visual ON Steady) (audible ON)
▪First out acknowledge (visual FLASHING) (audible SILENT)
▪Subsquent acknowledged (visual ON STEADY) (audible SILENT)
▪Return to normal (visual OFF) (audible SILENT)
Beberapa SEQUENCE memerlukan campur tangan operator untuk melakukan reset terhadap sistem alarm pada saat proses kembali ke normal. Selama proses alarm abnormal, hal demikian akan menyebabkan kebingungan pada operator.
SHUTDOWN SYSTEM
Shutdown system harus merespons kondisi hazardous sebelum terjadi kerusakkan. System shutdown dipasang guna untuk melindungi equipment atau proses yang mungkin akan bereaksi cepat dibandingkan dengan respons manusia. Biasanya ada yang yang namanya WAKTU untuk dilakukan corrective action masing-masing variable yang diukur harus ditetapkan antara proses normal dan kondisi shutdown.
Shutdown Contact.
Setiap input ke shutdown system Hrus berdiri sendiri tidak dicampur dengan sistem measurement sistem yang lain. Hal ini akan menambah safety factor dan membuat prosedur checking lebih mudah.
Contact harus DPDT sehingga satu set contact dapat di wiring ke sistem shutdown. Shutdown tidak boleh dilakukan tanpa memberi alarm pada operator.
Shutdown Alarm
Sequence dari alarm untuk shutdown system serupa seperti FIRST OUT Standard sequence untuk Alarm System diperlihatkan seperti daftar berikut:
▪Normal (visual OFF) (audible SILENT)
▪Up set (visual FLASHING) (audible ON)
▪Alarm Acknoledgeed (visual ON Steady) (audible SILENT)
▪Return to normal (visual OFF),(audible SILENT)
Reset
Bila semua kondisi process kembali normal setelah shutdown seuma equipment harus di RESTART dari field. Dengan demikian semua solenoid dan equipment sejenis harus punya manual reset local. Khusus untuk pompa-pompa bisa di reset dari central control room.
INTRUMENT PURGE ALARM
Kebanyakkan instrument jenis electric dan electronic (seperti analyser) ditempatkan pada local panel. Instrument-instrument ini harus mempunyai electrical area requirement dengan purging udara kedalam local panel. Instrument air purge dibuat dengan membuat positive pressure didalam enclosure local panel.
Air purge dapat berkurang bila pintu panel dibuka, karena kehilangan instrument air bila ini terjadi maka akan terjadi low pressure alarm pada central control room pada waktu yang sama power juga harus diputus dari local control panel.
Created by Cak Unggul
On Ramadhan 2018
GENERAL REQUIREMENT
(1) Alarm system diperlukan untuk menginformasikan bila ada process point yang dalam keadaan kritis , proses point ini akan dimonitor terus menerus (survilance) dan diminta perhatian terhada kondisi abnormal ini.
(2) Kebanyakkan refinery memakai alarm sistem yang terpusat.
(3) Alarm akan ditampilkan dalam bentuk visual dan audio bilamana process point keluar dari batasan yang ditetapkan.
(4) Shutdown system secara otomatis akan menghentikan/stop equiment yang mengalami mulfauction tsb atau men-start equiment yang standby
(5) Sistem shutdown harus di tes secara periodik untuk memastikan perangkat bisa digunakan pada saat emergensi.
(6) Shutdown system biasanya digunakan pada kondisi berikut
▪Memproteksi turbin yang over speed
▪Memproteksi loss pada cooling water, instrument air/electricity.
▪Memproteksi flame loss pada furnace
(7) Kebanyakkan instalasi instrument memerlukan alarm untuk kondisi shutdown. Ini biasanya dinamakan pre-shutdown alarm dengan demikian operator dapat melakukan pengukuran untuk pencegahan.
(8) Secara umum CONTACT pada alarm system dibuat open (open contact).
On Ramadhan 2018
GENERAL REQUIREMENT
(1) Alarm system diperlukan untuk menginformasikan bila ada process point yang dalam keadaan kritis , proses point ini akan dimonitor terus menerus (survilance) dan diminta perhatian terhada kondisi abnormal ini.
(2) Kebanyakkan refinery memakai alarm sistem yang terpusat.
(3) Alarm akan ditampilkan dalam bentuk visual dan audio bilamana process point keluar dari batasan yang ditetapkan.
(4) Shutdown system secara otomatis akan menghentikan/stop equiment yang mengalami mulfauction tsb atau men-start equiment yang standby
(5) Sistem shutdown harus di tes secara periodik untuk memastikan perangkat bisa digunakan pada saat emergensi.
(6) Shutdown system biasanya digunakan pada kondisi berikut
▪Memproteksi turbin yang over speed
▪Memproteksi loss pada cooling water, instrument air/electricity.
▪Memproteksi flame loss pada furnace
(7) Kebanyakkan instalasi instrument memerlukan alarm untuk kondisi shutdown. Ini biasanya dinamakan pre-shutdown alarm dengan demikian operator dapat melakukan pengukuran untuk pencegahan.
(8) Secara umum CONTACT pada alarm system dibuat open (open contact).
(9) Untuk shutdown system contact harus diposisi CLOSE pada saat operasi stop.
(10) Pada kondisi pre-shutdown oprator tidak perlu melakukan shutdown, kondisi ini hanya merupakan ALERT bagi operator yang memberitahukan adanya MULFUCTION.
ALARM SYSTEM
Alarm annunciator system akan memproduksi signal visual dan audible yang merupakan ALERT bagi operator sebagai info adanya kondisi abnormal. Kondisi abnormal ini boleh jadi critical terhadap proces dan potensi bahaya terhadap personal atau equipment. signal alarm tersebut bisa berasal dari:
Trouble Contact
Contact closure merupakan input ke alarm system bisa di kirim dari field atau dari panel instrument. Minimum requirement dari SWITCH kontak adalh single pole, double throw (SPDT)
Field Instrument
Field instrument switch yang digunakan untuk meng-actuate sistem alarm harus memenuhi persyaratan field mounted instrument. Field mounted switch harus memenuhi syarat area classification electrical.
ANNUNCIATOR SEQUENCE
Standard sequence untuk alarm system diperlihatkan seperti berikut:
▪Normal (visual OFF) (audible SILENT)
▪Up set (visual FLASHING) (audible ON)
▪Acknowledge (visual ON) (audible SILENT)
▪Return to normal (visual OFF) (audible SILENT)
Alarm system sebagai bagian dari interlock system kadang-kadang dinyatakan dalam FIRST-OUT sequence. Ini akan memberi catatan pada operator komponen mana yang yang mnyebabkan terjadinya interlock.
Sequence untuk first ou process dinyatakan sebagai berikut
▪Normal (visual OFF) (audible SILENT)
▪Up set first out (visual FLASHING) (audible ON)
▪Upset subsequent coponent (visual ON Steady) (audible ON)
▪First out acknowledge (visual FLASHING) (audible SILENT)
▪Subsquent acknowledged (visual ON STEADY) (audible SILENT)
▪Return to normal (visual OFF) (audible SILENT)
Beberapa SEQUENCE memerlukan campur tangan operator untuk melakukan reset terhadap sistem alarm pada saat proses kembali ke normal. Selama proses alarm abnormal, hal demikian akan menyebabkan kebingungan pada operator.
SHUTDOWN SYSTEM
Shutdown system harus merespons kondisi hazardous sebelum terjadi kerusakkan. System shutdown dipasang guna untuk melindungi equipment atau proses yang mungkin akan bereaksi cepat dibandingkan dengan respons manusia. Biasanya ada yang yang namanya WAKTU untuk dilakukan corrective action masing-masing variable yang diukur harus ditetapkan antara proses normal dan kondisi shutdown.
Shutdown Contact.
Setiap input ke shutdown system Hrus berdiri sendiri tidak dicampur dengan sistem measurement sistem yang lain. Hal ini akan menambah safety factor dan membuat prosedur checking lebih mudah.
Contact harus DPDT sehingga satu set contact dapat di wiring ke sistem shutdown. Shutdown tidak boleh dilakukan tanpa memberi alarm pada operator.
Shutdown Alarm
Sequence dari alarm untuk shutdown system serupa seperti FIRST OUT Standard sequence untuk Alarm System diperlihatkan seperti daftar berikut:
▪Normal (visual OFF) (audible SILENT)
▪Up set (visual FLASHING) (audible ON)
▪Alarm Acknoledgeed (visual ON Steady) (audible SILENT)
▪Return to normal (visual OFF),(audible SILENT)
Reset
Bila semua kondisi process kembali normal setelah shutdown seuma equipment harus di RESTART dari field. Dengan demikian semua solenoid dan equipment sejenis harus punya manual reset local. Khusus untuk pompa-pompa bisa di reset dari central control room.
INTRUMENT PURGE ALARM
Kebanyakkan instrument jenis electric dan electronic (seperti analyser) ditempatkan pada local panel. Instrument-instrument ini harus mempunyai electrical area requirement dengan purging udara kedalam local panel. Instrument air purge dibuat dengan membuat positive pressure didalam enclosure local panel.
Air purge dapat berkurang bila pintu panel dibuka, karena kehilangan instrument air bila ini terjadi maka akan terjadi low pressure alarm pada central control room pada waktu yang sama power juga harus diputus dari local control panel.
DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM
DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM (DCS)
Created by Cak Unggul
On Ramadhan 2018
VENDOR RESPONSIBILITIES
Vendor harus menyiapkan process control system lengkap dengan fungsi-fungsinya sesuai dengan kebutuhan yang ada pada specification. Segala penyimpangan harus disampaikan tertulis.
GENERAL RQUIREMENT
1. DCS harus mampu untuk melakukan process control dan data aquisition (SCADA).
2. Kemampuan ini harus bisa didistribusikan ke remote plant melalui line communication sehingga dapat menghubungkannya ke pusat pengendalian (operation center) yang letaknya terpisah.
3. Communication link yang ada pada DCS harus "redundant" dan masing-masing system akan dihubungkan secara rerpisah.
4. Centralized operating Center harus LED based untuk menampilkan process variable.
5. Equipment rack yang menampung controller dan instrument yang merupakan process interface harus diberi fasilitas untuk semua koneksi ke process, rack ini biasanya ditempatkan dalam operating center, remote control house, shelter, analyser house, substation atau bentuk enclosure lain yang memenuhi standard control-room.
6. Distributed Control System akan menampilkan fungsi-fungsi analog system conventional seperti:
a. Control panel dan console
b. Alarm annunciator
c. Pump running light
d. Start-stop switch
e. Permanent recording terhadap process variable terpilih
f. Process variable indication
g. Control station
h. Signal conditioning, yang melipui:
▪Square root extraction,
▪Mv/I transducer,
▪Resistence/I transducer,
▪Multipllication,
▪Division,
▪addition,
▪substraction,
▪scaling,
▪biasing, dan
▪hi-lo selection
DCS bisa membolehkan pergantian control scheme dengan perubahan wiring minimal dan computer compatible.
CENTRALIZED OPERATING CENTER
Operating center bersama LCD Display akan dijadikan interface untuk operator, untuk itu operating center memerlukan temperature controlled environmental (HVAC) dan general purpose electrical classification.
OPERATOR CONSOLE
Operator consone harus menyediakan semua process information yang menjadi area resposibilty dari operator, untuk itu console harus mempunyai fasilitas seperti:
• Indicator untuk semua process variable
• Manipulator untuk control loop yang terdiri dari: set point, valve position, auto manual transfer, dan control mode adjustment.
• Recording dari process variable terpilih baik yang real-time maupun historical trend.
• Alarm annunciator, lengkap dengan first-out indication dan displat. System harus dalam benttuk daftar sesuai urutan penerimaan.
• Start-stop pump station lengkap dengan run light indicator.
Operator console harus mempunyai paling sedikit dua LCD dengan microprocessor yang terpisah. LCD Display harus mempunyai capability yang indentik untuk menyediakan system redundant.
HARDWARRE
Masing-masing operator station harus mempunyai LCD base monitor, keyboard, power supply, recorder dan printer.
Base Monitor
LCD Monitor harus full-color, 19” Screen, mempunyai kemampuan untuk menampilkan informasi campuran antara alphanumeric dan semigraphic.
Keyboard
Keyborad harus ditempatkan didepan LCD Monitor sehingga memungkinkan operator untuk mengoperasikan, tuning, dan mengkonfigurasi system. Keyboard harus mempunyai keylock untuk menghinadari unauthorized data entry, key-lock ini harus di seal. Tidak boleh ada keyboard lain selain ini..
Electronic
Electronic dari DCS harus microprosesor-based yang mensupport key-board, configurasi system, dan menampilkan informasi alphanumeric dan semigraphic juga sebagai drive untuk printer dan recorder,dan mentransmisikan data lewat communication system.
Power Supply
Masing-masing station akan dioperasikan pada 120-VAC 60/50Hz atau menurut power rating yang ditetapkan setempat
External Memory
External memory digunakan untuk menyimpan data dan me retrieve data yang telah dikonfigurasi dan konstanta yang terdapat pada RAM (random acces memory) yang ada dalam controller dan interface unit. External memory juga menyediakan acces ke konfigurasi data yang ditampilkan dari operator station.
Pen Recorder
8 Recorder pens system mempunyai input signal 4-20mA DC dan recorder dapat di operasikan dari Key-board. Operator station dapat mencatat real time trend sampai 100 process variable pada setiap recorder
Printer
Printer adalah optional. Fungsinya untuk mem print alarm, log, trend dan segala sesuatu yang terdisplay pada screen..Printer harus memepunyai transfer rate minimum 7.600 Baud dengan 132 printing position dan kapasitas vertical 10-character per inch dengan kecepatan mem print 180 luine/min
PROCESS MONITORING DAN CONTROL
Operator harus punya pilihan pada saat melihat display berikut
• Overview
• Group
• Detail
• Point monitoring
• Hourly average
• Trend display – satu atau lebih loops
• Status dari system komunikasi
Overview Display
Gambaran dari overview adalah seperti kalau kita melihat conventional control panel dari jarak 4.5m (15Ft). Overview harus mempunyai kapasitas display 288 point. Overview display akan memperlihatkan loop yang mana yang manual juga adanya deviasi high dan low dan process alarm.
Group Display
Gambaran dari group display adalah seperti kalau kita melihat conventional control panel dari jarak 1m. Pada posisi group display akan memungkinkan operator untuk mengatur Set point, switch dari posisi auto ke manual atau sebaliknya dan mengatur control valve secara manual.
Group display terdapat 8 analog dan digital point dimana setiap point akan di indetifikasi secara tepat
Setiap point dalam system akan di kofigurasi ke dalam group yang ada sekali atau lebih. Setiap pint akan di tampilkan kedalam group bilamana diperlukan. Pada group display seorang operator akan dapat melakukan.-
• Memilih loop atau point untuk control action
• Mengubah control mode ke automatic, manual, compute atau cascade
• Men start atau stop pumpa atau equipment yang serupa.
• Mengatur control valve
• Memilih loop dan memulai display yang lain
Detail Display
Dengan detail display akan menampilkan view dari single instrument sehingga memungkinkan operator untuk melakukan perubahan dan merubahnya. Memungkinkan operator untuk melihat suatu Point dalam system secara detail.
Untuk loop analog memungkinkan operator untuk melakukan perubahan SET POINT, control valve output, ratio, bias dan CONTROL MODE. Untuk digital point memungkinkan operator untuk melakukan START atau STOP pompa atau peralatan sejenis. KEY LOCK harus disediakan untuk membatasi acces ke unit. Dengan key lock akan memungkinkan operator untuk merobah TUNING terhadap konstanta, nilai SPAN dan Alarm Unit yang terkonfigurasi dalam tipa loop.
Point Monitoring Display
Dengan point monitoring display akan memberikan PROFILE pada operator dan LOG INFORMATION pada tiap point dalam system,
Hourly Average Display
Hourly average akan menampilkan format berupa table. 10 jam sebelumnya harus di rata-ratakan pada maksimum 8 process variable. Harga ini akan dinyatakan dalam engineering unit dan harus ada pada controller trend memory.
Trend Display
Trend display mungkin ada pada satu atau dua loop. Masing=masing trend display harus memberikan informasi mengenai HISTORICAL-TREND dalam bentuk paragraph untuk setiap trend yang dipiliih dari group display.
TIME BASE yang digunakan bisa dipilih dari list berikut:
• 20 menit dengan interval 20 detik
• 1 jam dengan interval 1-mnt
• 3 jam dengan interval 3-mnt
• 6 jam dengan interval 6-mnt
• 12 jam dengan interval 12-mnt
Trend harus di update secara real time.
COMMUNICATION STATUS DISPLAY
Communication status display akan memonitor semua device yang ada dalam data link. Bilamana terjadi failure maka sistem akan meberi peringatan pada operator secara otomatis. Sistem juga akan memberitahu lokasi dari device yang failure. Sistem juga akan merespon bilamana salah satu dari back up fail atau bilamana terjadi lost communication dengan sal;ah satu device.
ALARM MONITORING
Alarm monitoring akan muncul pada semua process input dan pada distributed control system bilamna terdapat failure. Alarm monitoring system harus mempunyai capability untuk di DISABLE. Bilamana dua operator console sedang digunakan salah satunya harus digunakan sebagai alarm monitoring.
Untuk analog input, alarm monitoring system harus pada posisi ABSOLUTE VALUE dari input (misalnya 90%) atau pada deviasi dari TRAGET VALUE. Untuk digital input maka system ini pada posisi INPUT DISAGREEMENT (pompa tidak jalan) atau pada posisi COMMAND Disagreement (Valve tidak menutup)
FLASH SEQUENCE
Alarm monitoring flash sequence akan ditampilkan sebagai berikut:
▪Bila terjadi Alarm
▪Keybord button berkedip (flashes)
▪Contact closure menghasilkan Audible Alarm
▪Printer mengetik APPROPRIATE INFORMATION
Created by Cak Unggul
On Ramadhan 2018
VENDOR RESPONSIBILITIES
Vendor harus menyiapkan process control system lengkap dengan fungsi-fungsinya sesuai dengan kebutuhan yang ada pada specification. Segala penyimpangan harus disampaikan tertulis.
GENERAL RQUIREMENT
1. DCS harus mampu untuk melakukan process control dan data aquisition (SCADA).
2. Kemampuan ini harus bisa didistribusikan ke remote plant melalui line communication sehingga dapat menghubungkannya ke pusat pengendalian (operation center) yang letaknya terpisah.
3. Communication link yang ada pada DCS harus "redundant" dan masing-masing system akan dihubungkan secara rerpisah.
4. Centralized operating Center harus LED based untuk menampilkan process variable.
5. Equipment rack yang menampung controller dan instrument yang merupakan process interface harus diberi fasilitas untuk semua koneksi ke process, rack ini biasanya ditempatkan dalam operating center, remote control house, shelter, analyser house, substation atau bentuk enclosure lain yang memenuhi standard control-room.
6. Distributed Control System akan menampilkan fungsi-fungsi analog system conventional seperti:
a. Control panel dan console
b. Alarm annunciator
c. Pump running light
d. Start-stop switch
e. Permanent recording terhadap process variable terpilih
f. Process variable indication
g. Control station
h. Signal conditioning, yang melipui:
▪Square root extraction,
▪Mv/I transducer,
▪Resistence/I transducer,
▪Multipllication,
▪Division,
▪addition,
▪substraction,
▪scaling,
▪biasing, dan
▪hi-lo selection
DCS bisa membolehkan pergantian control scheme dengan perubahan wiring minimal dan computer compatible.
CENTRALIZED OPERATING CENTER
Operating center bersama LCD Display akan dijadikan interface untuk operator, untuk itu operating center memerlukan temperature controlled environmental (HVAC) dan general purpose electrical classification.
OPERATOR CONSOLE
Operator consone harus menyediakan semua process information yang menjadi area resposibilty dari operator, untuk itu console harus mempunyai fasilitas seperti:
• Indicator untuk semua process variable
• Manipulator untuk control loop yang terdiri dari: set point, valve position, auto manual transfer, dan control mode adjustment.
• Recording dari process variable terpilih baik yang real-time maupun historical trend.
• Alarm annunciator, lengkap dengan first-out indication dan displat. System harus dalam benttuk daftar sesuai urutan penerimaan.
• Start-stop pump station lengkap dengan run light indicator.
Operator console harus mempunyai paling sedikit dua LCD dengan microprocessor yang terpisah. LCD Display harus mempunyai capability yang indentik untuk menyediakan system redundant.
HARDWARRE
Masing-masing operator station harus mempunyai LCD base monitor, keyboard, power supply, recorder dan printer.
Base Monitor
LCD Monitor harus full-color, 19” Screen, mempunyai kemampuan untuk menampilkan informasi campuran antara alphanumeric dan semigraphic.
Keyboard
Keyborad harus ditempatkan didepan LCD Monitor sehingga memungkinkan operator untuk mengoperasikan, tuning, dan mengkonfigurasi system. Keyboard harus mempunyai keylock untuk menghinadari unauthorized data entry, key-lock ini harus di seal. Tidak boleh ada keyboard lain selain ini..
Electronic
Electronic dari DCS harus microprosesor-based yang mensupport key-board, configurasi system, dan menampilkan informasi alphanumeric dan semigraphic juga sebagai drive untuk printer dan recorder,dan mentransmisikan data lewat communication system.
Power Supply
Masing-masing station akan dioperasikan pada 120-VAC 60/50Hz atau menurut power rating yang ditetapkan setempat
External Memory
External memory digunakan untuk menyimpan data dan me retrieve data yang telah dikonfigurasi dan konstanta yang terdapat pada RAM (random acces memory) yang ada dalam controller dan interface unit. External memory juga menyediakan acces ke konfigurasi data yang ditampilkan dari operator station.
Pen Recorder
8 Recorder pens system mempunyai input signal 4-20mA DC dan recorder dapat di operasikan dari Key-board. Operator station dapat mencatat real time trend sampai 100 process variable pada setiap recorder
Printer
Printer adalah optional. Fungsinya untuk mem print alarm, log, trend dan segala sesuatu yang terdisplay pada screen..Printer harus memepunyai transfer rate minimum 7.600 Baud dengan 132 printing position dan kapasitas vertical 10-character per inch dengan kecepatan mem print 180 luine/min
PROCESS MONITORING DAN CONTROL
Operator harus punya pilihan pada saat melihat display berikut
• Overview
• Group
• Detail
• Point monitoring
• Hourly average
• Trend display – satu atau lebih loops
• Status dari system komunikasi
Overview Display
Gambaran dari overview adalah seperti kalau kita melihat conventional control panel dari jarak 4.5m (15Ft). Overview harus mempunyai kapasitas display 288 point. Overview display akan memperlihatkan loop yang mana yang manual juga adanya deviasi high dan low dan process alarm.
Group Display
Gambaran dari group display adalah seperti kalau kita melihat conventional control panel dari jarak 1m. Pada posisi group display akan memungkinkan operator untuk mengatur Set point, switch dari posisi auto ke manual atau sebaliknya dan mengatur control valve secara manual.
Group display terdapat 8 analog dan digital point dimana setiap point akan di indetifikasi secara tepat
Setiap point dalam system akan di kofigurasi ke dalam group yang ada sekali atau lebih. Setiap pint akan di tampilkan kedalam group bilamana diperlukan. Pada group display seorang operator akan dapat melakukan.-
• Memilih loop atau point untuk control action
• Mengubah control mode ke automatic, manual, compute atau cascade
• Men start atau stop pumpa atau equipment yang serupa.
• Mengatur control valve
• Memilih loop dan memulai display yang lain
Detail Display
Dengan detail display akan menampilkan view dari single instrument sehingga memungkinkan operator untuk melakukan perubahan dan merubahnya. Memungkinkan operator untuk melihat suatu Point dalam system secara detail.
Untuk loop analog memungkinkan operator untuk melakukan perubahan SET POINT, control valve output, ratio, bias dan CONTROL MODE. Untuk digital point memungkinkan operator untuk melakukan START atau STOP pompa atau peralatan sejenis. KEY LOCK harus disediakan untuk membatasi acces ke unit. Dengan key lock akan memungkinkan operator untuk merobah TUNING terhadap konstanta, nilai SPAN dan Alarm Unit yang terkonfigurasi dalam tipa loop.
Point Monitoring Display
Dengan point monitoring display akan memberikan PROFILE pada operator dan LOG INFORMATION pada tiap point dalam system,
Hourly Average Display
Hourly average akan menampilkan format berupa table. 10 jam sebelumnya harus di rata-ratakan pada maksimum 8 process variable. Harga ini akan dinyatakan dalam engineering unit dan harus ada pada controller trend memory.
Trend Display
Trend display mungkin ada pada satu atau dua loop. Masing=masing trend display harus memberikan informasi mengenai HISTORICAL-TREND dalam bentuk paragraph untuk setiap trend yang dipiliih dari group display.
TIME BASE yang digunakan bisa dipilih dari list berikut:
• 20 menit dengan interval 20 detik
• 1 jam dengan interval 1-mnt
• 3 jam dengan interval 3-mnt
• 6 jam dengan interval 6-mnt
• 12 jam dengan interval 12-mnt
Trend harus di update secara real time.
COMMUNICATION STATUS DISPLAY
Communication status display akan memonitor semua device yang ada dalam data link. Bilamana terjadi failure maka sistem akan meberi peringatan pada operator secara otomatis. Sistem juga akan memberitahu lokasi dari device yang failure. Sistem juga akan merespon bilamana salah satu dari back up fail atau bilamana terjadi lost communication dengan sal;ah satu device.
ALARM MONITORING
Alarm monitoring akan muncul pada semua process input dan pada distributed control system bilamna terdapat failure. Alarm monitoring system harus mempunyai capability untuk di DISABLE. Bilamana dua operator console sedang digunakan salah satunya harus digunakan sebagai alarm monitoring.
Untuk analog input, alarm monitoring system harus pada posisi ABSOLUTE VALUE dari input (misalnya 90%) atau pada deviasi dari TRAGET VALUE. Untuk digital input maka system ini pada posisi INPUT DISAGREEMENT (pompa tidak jalan) atau pada posisi COMMAND Disagreement (Valve tidak menutup)
FLASH SEQUENCE
Alarm monitoring flash sequence akan ditampilkan sebagai berikut:
▪Bila terjadi Alarm
▪Keybord button berkedip (flashes)
▪Contact closure menghasilkan Audible Alarm
▪Printer mengetik APPROPRIATE INFORMATION
Kamis, 24 Mei 2018
INSTRUMENT CONTROL PANEL
INSTRUMENT CONTROL PANEL
Created by Cak Unggul
On Ramadhan 2018
MAIN CONTROL PANEL
Dengan adanya main control panel akan memberi unit operator untuk menjadi safe, efficient, performance dalam mengoperasikan unit dari central location. Untuk itu central control panel harus dilengkapi dengan, recorder, indicator, controller dan alarm annunciator.
Biasanya instrument2 ini ditempatkan mengkuti pengaturan bentuk fisik pada plant dan urutan logis dari operasi dengan demikian memungkinkan operator untuk menandai setiap instrument secara cepat pada saat emergency.
Name plate dan color code juga diperlukan ini akan sangat membantu untuk memindai dengan cepat pada saat diperlukan. Panel harus diberi spare 10% dari total isi main panel gunanya bilamana ada penamahan dikemudian hari.
Main control panel bisa berbentuk conventional, console maupun graphik perbedaannya sebagai berikut:
Conventional Control Panel.
Instrument control panel conventional biasanya disusun dalam bentuk "shelf-mounted" instrument yang diatur dalam formasi horizontal-row. Ukuran panel biasanya tingggi 7ft-6 in dan 3ft depth dan panjangnya dapat diatur sesuai kebutuhan.
Console Control Panel
Console adalah panel jenis free-standing cabinet yang didepannya dilengkapi dengn semacam meja atau sloping area.
Console biasanya ditata dalam bentuk huruf U (U-shape) dengan demikian Operator Unit dapat melihat jumlah maksimum instrument dari tempat duduknya.
Graphic Control Panel
Graphic panel terdiri dari "simple flow plant" dari unit proces untuk membantu operator dalam memgoperasikan plant, ada dua jenis grafik panel:
1. Full graphic panel terdiri dari gabungan miniatur instrument yang ditempatkan pada area terpilih dari graphic display. Full graphic panel tidak banyak digunakan sebab mahal dan sullit dilakukan bilamana ada revisi.
2. Semigraphic panel merupakan kombinasi dari bentuk compact dari conventional panel dengan plan feature dari graphic panel. Simplifikasi dari flow plan diletakkan diatas group instrument. Pengaturan instrument harus mengikuti flow-plan secara dekat,
3. LCD Panel adalah bentuk control panel yang lebih conpact dan juga mempunyai graphic display.
CONTROL PANEL
Tujuan utama dari dibuatnya panel adalah sebagai rumah bagi instrument control. Selain itu panel juga digunakan untuk men-start remote pump, fire control, sebagai communication center dan untuk fungsi khusus. Untuk itu main control panel harus dibuat sedemikian rupa sehingga bisa safe, efficient dan nyaman untuk semua process dan utility operation.
Location
Main instrument panel, biasanya ditempatkan dalam building dengan electrical classification general purpose (NEMA 1)
Type
Main control panel instrument harus dibuat dalam bentuk module (modular), non-graphic construction dan dirancang untuk "high-density shelf mounted instrument".
Construction
Bagian depan dari panel harus dibuat dari plat baja "hot-rolled" dengan ketebalan 3/16 inch. Structure supportnya dari angle-iron. Seluruh structure harus free-standing. Sebeleum di cat permukaan panel harus betul-betul rata dan halus (flat and smooth) dan harus bebas dari kotoran logam (mill scale), dan material asing. Pengecatannya harus terdiri dari pengecatan primer dan paling sedkit dua kali coating enamel atau sesuai dengan spesifikasinya. Bagian belakang panel interior harus dicat putih atau warna yang mudah dilihat.
Instrument Name Plate.
Name plate untuk miniatur shelf-mounted instrument harus dinformasikan dan name plate disediakan oleh instrument manufactur. Name plate untuk front panel yang lain harus disediakan oleh panel fabricator. Name plate harus diberi warna dasar hitam dengan gravier warna putih. Instrument yang dipasang dibelakang panel harus diberi Nameplte dari bahan logam yang di STAMP dengan tag number instrument.
Wiring
Wiring untuk enclosure NEMA harus ditempatkan pada plastic-duct. Semua external wiring connection harus berbentuk terminal. Internal wiring harus dibuat di shop dan harus nampak.
Semua wire harus diidentifikasi pada tiap terminasinya. Terminal connnection harus dilengapi dengan 20% spare.
Instrument Air Supply
Bilamana diperlukan instrument air supply untuk pneumatic instrument harus dipasang oleh panel fabricator. Air supply system dilengkapi dengan dual air filter dan regulator dan block valve. Air header terbuat dari bahan brass atau aluminum. Ukuran minimumnya 2-inch dengan ¼ - inch take off connection, Take off connection harus diberi spare 10%
Pneumatic Tubing
Interconnection diantara pneumatic Instrument harus ¼-inch plastic tubing,. Harus idgunakan color-coading walalau tidak digunakan oleh ISA RP 7.2 Tubing harus dihubungkan dengna field instrument dengan menggunakann bulkhead yang ditempatkan pada bagian atas dari panel
LOCAL CONTROL PANEL .
Semua panel mounted instrument dalam area process atau yang berhubungan lngsung dengan environmental dapat dianggap sebagai local panel.
Type
Local panel harus bernetuk Open Frame Structure, dengan bahan sheet-metal untuk menempatkan pneumatic Instrumentenclosurenta harus wether tight,
Untuk electrcal area classification penting untuk meyecut explosion proof yang akan di purge.
Construction
Construction dari panel sama seperti main instrument panel
Wiring
Wiring untuk panel harus sesui dengan area classification.. Wiring untuk panel biasanya ditempatkan pada conduit dan di size sesuai dengan wire schedule.
Tubing
Biasanya local panel harus mempunya ukuran ¼ inch copper tubing. Digunakan bulkheads
ANALYSER HOUSE
Analyser house harus di pre-fabricated, free standing structure. Juga harus di "prepiped" untuk memudahkan pemasngan di field.
Dalam kondisi tertentu analyser house harus di PURGE dipelihara agar pressurize (tekanan positive). Biasanya tekakan didalam panel 0.1inch H2O. Purge pressure harus di lengkapai dengan low pressure alarm.
PANEL TESTING
Panel harus test oleh manufaktur sebelum dikirim termasuk didalamnya adalah pengecekkan pneumatic dan electronic continueity chart drive, signal and control circuit dan juga alarm harus di check. Panel fabricator haruus memberi catatan pada pembeli paling sedikit 10 hari kerja sebelum dilakukan test dengan demikian purcaser dapat menyaksikan (FAT).
PANEL APPROVAL
Created by Cak Unggul
On Ramadhan 2018
MAIN CONTROL PANEL
Dengan adanya main control panel akan memberi unit operator untuk menjadi safe, efficient, performance dalam mengoperasikan unit dari central location. Untuk itu central control panel harus dilengkapi dengan, recorder, indicator, controller dan alarm annunciator.
Biasanya instrument2 ini ditempatkan mengkuti pengaturan bentuk fisik pada plant dan urutan logis dari operasi dengan demikian memungkinkan operator untuk menandai setiap instrument secara cepat pada saat emergency.
Name plate dan color code juga diperlukan ini akan sangat membantu untuk memindai dengan cepat pada saat diperlukan. Panel harus diberi spare 10% dari total isi main panel gunanya bilamana ada penamahan dikemudian hari.
Main control panel bisa berbentuk conventional, console maupun graphik perbedaannya sebagai berikut:
Conventional Control Panel.
Instrument control panel conventional biasanya disusun dalam bentuk "shelf-mounted" instrument yang diatur dalam formasi horizontal-row. Ukuran panel biasanya tingggi 7ft-6 in dan 3ft depth dan panjangnya dapat diatur sesuai kebutuhan.
Console Control Panel
Console adalah panel jenis free-standing cabinet yang didepannya dilengkapi dengn semacam meja atau sloping area.
Console biasanya ditata dalam bentuk huruf U (U-shape) dengan demikian Operator Unit dapat melihat jumlah maksimum instrument dari tempat duduknya.
Graphic Control Panel
Graphic panel terdiri dari "simple flow plant" dari unit proces untuk membantu operator dalam memgoperasikan plant, ada dua jenis grafik panel:
1. Full graphic panel terdiri dari gabungan miniatur instrument yang ditempatkan pada area terpilih dari graphic display. Full graphic panel tidak banyak digunakan sebab mahal dan sullit dilakukan bilamana ada revisi.
2. Semigraphic panel merupakan kombinasi dari bentuk compact dari conventional panel dengan plan feature dari graphic panel. Simplifikasi dari flow plan diletakkan diatas group instrument. Pengaturan instrument harus mengikuti flow-plan secara dekat,
3. LCD Panel adalah bentuk control panel yang lebih conpact dan juga mempunyai graphic display.
CONTROL PANEL
Tujuan utama dari dibuatnya panel adalah sebagai rumah bagi instrument control. Selain itu panel juga digunakan untuk men-start remote pump, fire control, sebagai communication center dan untuk fungsi khusus. Untuk itu main control panel harus dibuat sedemikian rupa sehingga bisa safe, efficient dan nyaman untuk semua process dan utility operation.
Location
Main instrument panel, biasanya ditempatkan dalam building dengan electrical classification general purpose (NEMA 1)
Type
Main control panel instrument harus dibuat dalam bentuk module (modular), non-graphic construction dan dirancang untuk "high-density shelf mounted instrument".
Construction
Bagian depan dari panel harus dibuat dari plat baja "hot-rolled" dengan ketebalan 3/16 inch. Structure supportnya dari angle-iron. Seluruh structure harus free-standing. Sebeleum di cat permukaan panel harus betul-betul rata dan halus (flat and smooth) dan harus bebas dari kotoran logam (mill scale), dan material asing. Pengecatannya harus terdiri dari pengecatan primer dan paling sedkit dua kali coating enamel atau sesuai dengan spesifikasinya. Bagian belakang panel interior harus dicat putih atau warna yang mudah dilihat.
Instrument Name Plate.
Name plate untuk miniatur shelf-mounted instrument harus dinformasikan dan name plate disediakan oleh instrument manufactur. Name plate untuk front panel yang lain harus disediakan oleh panel fabricator. Name plate harus diberi warna dasar hitam dengan gravier warna putih. Instrument yang dipasang dibelakang panel harus diberi Nameplte dari bahan logam yang di STAMP dengan tag number instrument.
Wiring
Wiring untuk enclosure NEMA harus ditempatkan pada plastic-duct. Semua external wiring connection harus berbentuk terminal. Internal wiring harus dibuat di shop dan harus nampak.
Semua wire harus diidentifikasi pada tiap terminasinya. Terminal connnection harus dilengapi dengan 20% spare.
Instrument Air Supply
Bilamana diperlukan instrument air supply untuk pneumatic instrument harus dipasang oleh panel fabricator. Air supply system dilengkapi dengan dual air filter dan regulator dan block valve. Air header terbuat dari bahan brass atau aluminum. Ukuran minimumnya 2-inch dengan ¼ - inch take off connection, Take off connection harus diberi spare 10%
Pneumatic Tubing
Interconnection diantara pneumatic Instrument harus ¼-inch plastic tubing,. Harus idgunakan color-coading walalau tidak digunakan oleh ISA RP 7.2 Tubing harus dihubungkan dengna field instrument dengan menggunakann bulkhead yang ditempatkan pada bagian atas dari panel
LOCAL CONTROL PANEL .
Semua panel mounted instrument dalam area process atau yang berhubungan lngsung dengan environmental dapat dianggap sebagai local panel.
Type
Local panel harus bernetuk Open Frame Structure, dengan bahan sheet-metal untuk menempatkan pneumatic Instrumentenclosurenta harus wether tight,
Untuk electrcal area classification penting untuk meyecut explosion proof yang akan di purge.
Construction
Construction dari panel sama seperti main instrument panel
Wiring
Wiring untuk panel harus sesui dengan area classification.. Wiring untuk panel biasanya ditempatkan pada conduit dan di size sesuai dengan wire schedule.
Tubing
Biasanya local panel harus mempunya ukuran ¼ inch copper tubing. Digunakan bulkheads
ANALYSER HOUSE
Analyser house harus di pre-fabricated, free standing structure. Juga harus di "prepiped" untuk memudahkan pemasngan di field.
Dalam kondisi tertentu analyser house harus di PURGE dipelihara agar pressurize (tekanan positive). Biasanya tekakan didalam panel 0.1inch H2O. Purge pressure harus di lengkapai dengan low pressure alarm.
PANEL TESTING
Panel harus test oleh manufaktur sebelum dikirim termasuk didalamnya adalah pengecekkan pneumatic dan electronic continueity chart drive, signal and control circuit dan juga alarm harus di check. Panel fabricator haruus memberi catatan pada pembeli paling sedikit 10 hari kerja sebelum dilakukan test dengan demikian purcaser dapat menyaksikan (FAT).
PANEL APPROVAL
Semua preliminary shop-drawng harus dimintakan APPROVAL dari CLIENT termasuk juga design, spesifikasi, arrangement, dan wiringnya.
INSTRUMENT CONTROL PANEL
INSTRUMENT CONTROL PANEL
Created by Cak Unggul
On Ramadhan 2018
MAIN CONTROL PANEL
Dengan adanya main control panel akan memberi unit operator untuk menjadi safe, efficient, performance dalam mengoperasikan unit dari central location. Untuk itu central control panel harus dilengkapi dengan, recorder, indicator, controller dan alarm annunciator.
Biasanya instrument2 ini ditempatkan mengkuti pengaturan bentuk fisik pada plant dan urutan logis dari operasi dengan demikian memungkinkan operator untuk menandai setiap instrument secara cepat pada saat emergency.
Name plate dan color code juga diperlukan ini akan sangat membantu untuk memindai dengan cepat pada saat diperlukan. Panel harus diberi spare 10% dari total isi main panel gunanya bilamana ada penamahan dikemudian hari.
Main control panel bisa berbentuk conventional, console maupun graphik perbedaannya sebagai berikut:
Conventional Control Panel.
Instrument control panel conventional biasanya disusun dalam bentuk "shelf-mounted" instrument yang diatur dalam formasi horizontal-row. Ukuran panel biasanya tingggi 7ft-6 in dan 3ft depth dan panjangnya dapat diatur sesuai kebutuhan.
Console Control Panel
Console adalah panel jenis free-standing cabinet yang didepannya dilengkapi dengn semacam meja atau sloping area.
Console biasanya ditata dalam bentuk huruf U (U-shape) dengan demikian Operator Unit dapat melihat jumlah maksimum instrument dari tempat duduknya.
Graphic Control Panel
Graphic panel terdiri dari "simple flow plant" dari unit proces untuk membantu operator dalam memgoperasikan plant, ada dua jenis grafik panel:
1. Full graphic panel terdiri dari gabungan miniatur instrument yang ditempatkan pada area terpilih dari graphic display. Full graphic panel tidak banyak digunakan sebab mahal dan sullit dilakukan bilamana ada revisi.
2. Semigraphic panel merupakan kombinasi dari bentuk compact dari conventional panel dengan plan feature dari graphic panel. Simplifikasi dari flow plan diletakkan diatas group instrument. Pengaturan instrument harus mengikuti flow-plan secara dekat,
3. LCD Panel adalah bentuk control panel yang lebih conpact dan juga mempunyai graphic display.
CONTROL PANEL
Tujuan utama dari dibuatnya panel adalah sebagai rumah bagi instrument control. Selain itu panel juga digunakan untuk men-start remote pump, fire control, sebagai communication center dan untuk fungsi khusus. Untuk itu main control panel harus dibuat sedemikian rupa sehingga bisa safe, efficient dan nyaman untuk semua process dan utility operation.
Location
Main instrument panel, biasanya ditempatkan dalam building dengan electrical classification general purpose (NEMA 1)
Type
Main control panel instrument harus dibuat dalam bentuk module (modular), non-graphic construction dan dirancang untuk "high-density shelf mounted instrument".
Construction
Bagian depan dari panel harus dibuat dari plat baja "hot-rolled" dengan ketebalan 3/16 inch. Structure supportnya dari angle-iron. Seluruh structure harus free-standing. Sebeleum di cat permukaan panel harus betul-betul rata dan halus (flat and smooth) dan harus bebas dari kotoran logam (mill scale), dan material asing. Pengecatannya harus terdiri dari pengecatan primer dan paling sedkit dua kali coating enamel atau sesuai dengan spesifikasinya. Bagian belakang panel interior harus dicat putih atau warna yang mudah dilihat.
Instrument Name Plate.
Name plate untuk miniatur shelf-mounted instrument harus dinformasikan dan name plate disediakan oleh instrument manufactur. Name plate untuk front panel yang lain harus disediakan oleh panel fabricator. Name plate harus diberi warna dasar hitam dengan gravier warna putih. Instrument yang dipasang dibelakang panel harus diberi Nameplte dari bahan logam yang di STAMP dengan tag number instrument.
Wiring
Wiring untuk enclosure NEMA harus ditempatkan pada plastic-duct. Semua external wiring connection harus berbentuk terminal. Internal wiring harus dibuat di shop dan harus nampak.
Semua wire harus diidentifikasi pada tiap terminasinya. Terminal connnection harus dilengapi dengan 20% spare.
Instrument Air Supply
Bilamana diperlukan instrument air supply untuk pneumatic instrument harus dipasang oleh panel fabricator. Air supply system dilengkapi dengan dual air filter dan regulator dan block valve. Air header terbuat dari bahan brass atau aluminum. Ukuran minimumnya 2-inch dengan ¼ - inch take off connection, Take off connection harus diberi spare 10%
Pneumatic Tubing
Interconnection diantara pneumatic Instrument harus ¼-inch plastic tubing,. Harus idgunakan color-coading walalau tidak digunakan oleh ISA RP 7.2 Tubing harus dihubungkan dengna field instrument dengan menggunakann bulkhead yang ditempatkan pada bagian atas dari panel
LOCAL CONTROL PANEL .
Semua panel mounted instrument dalam area process atau yang berhubungan lngsung dengan environmental dapat dianggap sebagai local panel.
Type
Local panel harus bernetuk Open Frame Structure, dengan bahan sheet-metal untuk menempatkan pneumatic Instrumentenclosurenta harus wether tight,
Untuk electrcal area classification penting untuk meyecut explosion proof yang akan di purge.
Construction
Construction dari panel sama seperti main instrument panel
Wiring
Wiring untuk panel harus sesui dengan area classification.. Wiring untuk panel biasanya ditempatkan pada conduit dan di size sesuai dengan wire schedule.
Tubing
Biasanya local panel harus mempunya ukuran ¼ inch copper tubing. Digunakan bulkheads
ANALYSER HOUSE
Analyser house harus di pre-fabricated, free standing structure. Juga harus di "prepiped" untuk memudahkan pemasngan di field.
Dalam kondisi tertentu analyser house harus di PURGE dipelihara agar pressurize (tekanan positive). Biasanya tekakan didalam panel 0.1inch H2O. Purge pressure harus di lengkapai dengan low pressure alarm.
PANEL TESTING
Panel harus test oleh manufaktur sebelum dikirim termasuk didalamnya adalah pengecekkan pneumatic dan electronic continueity chart drive, signal and control circuit dan juga alarm harus di check. Panel fabricator haruus memberi catatan pada pembeli paling sedikit 10 hari kerja sebelum dilakukan test dengan demikian purcaser dapat menyaksikan (FAT).
PANEL APPROVAL
Semua preliminary shop-drawng harus dimintakan APPROVAL dari CLIENT termasuk juga design, spesifikasi, arrangement, dan wiringnya.
Created by Cak Unggul
On Ramadhan 2018
MAIN CONTROL PANEL
Dengan adanya main control panel akan memberi unit operator untuk menjadi safe, efficient, performance dalam mengoperasikan unit dari central location. Untuk itu central control panel harus dilengkapi dengan, recorder, indicator, controller dan alarm annunciator.
Biasanya instrument2 ini ditempatkan mengkuti pengaturan bentuk fisik pada plant dan urutan logis dari operasi dengan demikian memungkinkan operator untuk menandai setiap instrument secara cepat pada saat emergency.
Name plate dan color code juga diperlukan ini akan sangat membantu untuk memindai dengan cepat pada saat diperlukan. Panel harus diberi spare 10% dari total isi main panel gunanya bilamana ada penamahan dikemudian hari.
Main control panel bisa berbentuk conventional, console maupun graphik perbedaannya sebagai berikut:
Conventional Control Panel.
Instrument control panel conventional biasanya disusun dalam bentuk "shelf-mounted" instrument yang diatur dalam formasi horizontal-row. Ukuran panel biasanya tingggi 7ft-6 in dan 3ft depth dan panjangnya dapat diatur sesuai kebutuhan.
Console Control Panel
Console adalah panel jenis free-standing cabinet yang didepannya dilengkapi dengn semacam meja atau sloping area.
Console biasanya ditata dalam bentuk huruf U (U-shape) dengan demikian Operator Unit dapat melihat jumlah maksimum instrument dari tempat duduknya.
Graphic Control Panel
Graphic panel terdiri dari "simple flow plant" dari unit proces untuk membantu operator dalam memgoperasikan plant, ada dua jenis grafik panel:
1. Full graphic panel terdiri dari gabungan miniatur instrument yang ditempatkan pada area terpilih dari graphic display. Full graphic panel tidak banyak digunakan sebab mahal dan sullit dilakukan bilamana ada revisi.
2. Semigraphic panel merupakan kombinasi dari bentuk compact dari conventional panel dengan plan feature dari graphic panel. Simplifikasi dari flow plan diletakkan diatas group instrument. Pengaturan instrument harus mengikuti flow-plan secara dekat,
3. LCD Panel adalah bentuk control panel yang lebih conpact dan juga mempunyai graphic display.
CONTROL PANEL
Tujuan utama dari dibuatnya panel adalah sebagai rumah bagi instrument control. Selain itu panel juga digunakan untuk men-start remote pump, fire control, sebagai communication center dan untuk fungsi khusus. Untuk itu main control panel harus dibuat sedemikian rupa sehingga bisa safe, efficient dan nyaman untuk semua process dan utility operation.
Location
Main instrument panel, biasanya ditempatkan dalam building dengan electrical classification general purpose (NEMA 1)
Type
Main control panel instrument harus dibuat dalam bentuk module (modular), non-graphic construction dan dirancang untuk "high-density shelf mounted instrument".
Construction
Bagian depan dari panel harus dibuat dari plat baja "hot-rolled" dengan ketebalan 3/16 inch. Structure supportnya dari angle-iron. Seluruh structure harus free-standing. Sebeleum di cat permukaan panel harus betul-betul rata dan halus (flat and smooth) dan harus bebas dari kotoran logam (mill scale), dan material asing. Pengecatannya harus terdiri dari pengecatan primer dan paling sedkit dua kali coating enamel atau sesuai dengan spesifikasinya. Bagian belakang panel interior harus dicat putih atau warna yang mudah dilihat.
Instrument Name Plate.
Name plate untuk miniatur shelf-mounted instrument harus dinformasikan dan name plate disediakan oleh instrument manufactur. Name plate untuk front panel yang lain harus disediakan oleh panel fabricator. Name plate harus diberi warna dasar hitam dengan gravier warna putih. Instrument yang dipasang dibelakang panel harus diberi Nameplte dari bahan logam yang di STAMP dengan tag number instrument.
Wiring
Wiring untuk enclosure NEMA harus ditempatkan pada plastic-duct. Semua external wiring connection harus berbentuk terminal. Internal wiring harus dibuat di shop dan harus nampak.
Semua wire harus diidentifikasi pada tiap terminasinya. Terminal connnection harus dilengapi dengan 20% spare.
Instrument Air Supply
Bilamana diperlukan instrument air supply untuk pneumatic instrument harus dipasang oleh panel fabricator. Air supply system dilengkapi dengan dual air filter dan regulator dan block valve. Air header terbuat dari bahan brass atau aluminum. Ukuran minimumnya 2-inch dengan ¼ - inch take off connection, Take off connection harus diberi spare 10%
Pneumatic Tubing
Interconnection diantara pneumatic Instrument harus ¼-inch plastic tubing,. Harus idgunakan color-coading walalau tidak digunakan oleh ISA RP 7.2 Tubing harus dihubungkan dengna field instrument dengan menggunakann bulkhead yang ditempatkan pada bagian atas dari panel
LOCAL CONTROL PANEL .
Semua panel mounted instrument dalam area process atau yang berhubungan lngsung dengan environmental dapat dianggap sebagai local panel.
Type
Local panel harus bernetuk Open Frame Structure, dengan bahan sheet-metal untuk menempatkan pneumatic Instrumentenclosurenta harus wether tight,
Untuk electrcal area classification penting untuk meyecut explosion proof yang akan di purge.
Construction
Construction dari panel sama seperti main instrument panel
Wiring
Wiring untuk panel harus sesui dengan area classification.. Wiring untuk panel biasanya ditempatkan pada conduit dan di size sesuai dengan wire schedule.
Tubing
Biasanya local panel harus mempunya ukuran ¼ inch copper tubing. Digunakan bulkheads
ANALYSER HOUSE
Analyser house harus di pre-fabricated, free standing structure. Juga harus di "prepiped" untuk memudahkan pemasngan di field.
Dalam kondisi tertentu analyser house harus di PURGE dipelihara agar pressurize (tekanan positive). Biasanya tekakan didalam panel 0.1inch H2O. Purge pressure harus di lengkapai dengan low pressure alarm.
PANEL TESTING
Panel harus test oleh manufaktur sebelum dikirim termasuk didalamnya adalah pengecekkan pneumatic dan electronic continueity chart drive, signal and control circuit dan juga alarm harus di check. Panel fabricator haruus memberi catatan pada pembeli paling sedikit 10 hari kerja sebelum dilakukan test dengan demikian purcaser dapat menyaksikan (FAT).
PANEL APPROVAL
Semua preliminary shop-drawng harus dimintakan APPROVAL dari CLIENT termasuk juga design, spesifikasi, arrangement, dan wiringnya.
Langganan:
Postingan (Atom)